Tahukah anda, sudah berapa jauh bangsa ini terkenal?. Apakah anda mengetahui bahwa, bukan hanya citra baik bangsa ini saja yang terkenal, namun begitu pula citra buruk negeri ini. Dan yang paling terkenal adalah jam karet. Jam karet adalah sebuah ungkapan dimana waktu yang telah kita tentukan atau kita wajibkan dijadikan sebuah hal yang dapat dilakukan di lain waktu atau menjadi suatu waktu yang tidak pasti.
Secara sederhana dapat dianalogikan bagai karet yang ditarik, yaitu memanjang-manjangkan/menunda-nunda waktu. Usut punya usut, Indonesia dicap sebagai negara jam karet, dan lebih parahnya orang luar negeri mengatakan bahwa jam karet adalah budaya Indonesia. Seperti di lampir dalam situs wikipedia.org secara tak langsung mengatakan bahwa budaya Indonesia salah satunya adalah jam karet.
Apabila kita kaji lebih dalam, hal tersebut benar apa adanya, buktinya pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan banyak ketentuan dan kebijakan tentang pegawai yang datang terlambat.
Di sebuah situs pembelajaran Bahasa Indonesia studyindonesian.com pada sesi pembelajaran tentang waktu, ada beberapa potongan kalimat yang sangat mencengangkan, yaitu: "You should also know that there are few cultural differences in regards to time itself. You will often hear the phrase 'rubber time' or jam karet when in Indonesia. It means that time can be 'stretched', so don't worry about being on time. This can drive punctual people crazy because they are taught to always be on time.".
Dan arti dari potongan kalimat tersebut adalah: "Anda juga harus tahu bahwa ada beberapa perbedaan budaya dalam hal waktu itu sendiri. Anda akan sering mendengar ungkapan 'rubber time' atau jam karet ketika di Indonesia. Ini berarti waktu yang bisa 'diregangkan', jadi jangan khawatir tentang tepat waktu. ini dapat mendorong orang gila tepat waktu karena mereka diajarkan untuk selalu tepat waktu. " Dan secara tak langsung berartikan bahwa, kita bukan negara yang disiplin, tak aneh negara maju seperti jepang mengatakan bahwa jam karet merupakan kebudayaan Indonesia.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Yang utama adalah perbedaan prinsip yang berbeda jauh, apabila di negara maju menjadikan "Do it now !" sebagai prinsip utama, justru di Indonesia "Do it tomorrow" dan "Kalau bisa dikerjakan besok, mengapa tidak?". Lalu, malasnya kita menghadapi hari adalah yang paling umum.
Sebagai catatan saja, artikel ini bukan untuk menjelek-jelekan Indonesia, namun apabila kita tidak bercermin diri, bagaimana kita akan membangun Indonesia lebih baik, sebagai generasi muda, jika bukan kita yang meneruskan negara ini, siapa lagi?.
sumber: wikipedia.org , studyindonesian.com







benar juga artikel ini. memang banyak orang yang termasuk jam karet. mungkin saya juga. tapi semoga kita dpt berusaha mengefektifkan waktu yang kita punya, dengan tidak menjadi "pengguna jam karet ".
BalasHapus