Pemilu 2014

Bagaimana pemilu kali ini? Dimana indonesia akan memilih para wakil dan pemimpimnya untuk mencapai Indonesia yang lebih baik. Apakah dalam 5 tahun kedepan Indonesia akan lebih maju atau justru kebalikannya?

Apa Kabar Budaya Indonesia

Sering kali Indonesia disebut sebagai negara dengan budayanya yang beragam dan sangat digemari orang luar negeri. Lantas, bagaimanakah kabar harta berharga negara kita dewasa ini? dengan banyaknya lika-liku permasalahan yang menghampiri?

Identitas Negeri Ini

Solidaritas, identitas negara tercinta kita ini mulai memudar, apalah artinya sebuah negara tanpa adanya persatuan dan rasa solid diantara warga negaranya.

Pendidikan Indonesia

Pendidikan di Indonesia, berhasil atau masih memprihantinkan?.

Bandingkan

Anda tidak dapat membayangkannya? tidak terduga? itulah Indonesia yang sebenarnya.

Kamis, 24 April 2014

Sajak: Sajak Ibu

SAJAK IBU


oleh: Wiji Thukul

  
Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
Tetapi menangis ketika aku susah
Ibu tak bisa memejamkan mata
Bila adikku tak bisa tidur karena lapar
Ibu akan marah besar
Bila kami merebut jatah makan
Yang bukan hak kami
Ibuku memberi pelajaran keadilan 
Dengan kasih sayang
Ketabahan ibuku
Mengubah rasa sayur murah
Jadi sedap

Ibu menangis ketika aku mendapat susah
Ibu menangis ketika aku bahagia
Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
Ibu menangis ketika adikku keluar penjara

Ibu adalah hati yang rela menerima
Selalu disakiti oleh anak-anaknya
Penuh maaf dan ampun
Kasih sayang ibu
Adalah kilau sinar kegaiban tuhan
Membangkitkan haru insan

Dengan kebajikan
Ibu mengenalkan aku kepada tuhan

(Solo, 1986)

Senin, 14 April 2014

Cerpen: Deret Tinta Untuk Negeri

Deret Tinta Untuk Negeri
 oleh: Ilma Ainunisa 


Apakah aku bisa banggakan orangtuaku, banggakan negeriku, banggakan bangsaku, banggakan tanah airku, apapun keadaanku?
Aku ingin menjadi anak yang hidup normal seperti sebayaku. Menapaki setiap detik waktu belajarku di sekolah, bergaul dengan teman seusia, banggakan orangtua, berprestasi di usia muda, bahkan saatnya aku mati kapanpun itu aku juga ingin dikenang. Bukan karena kebodohanku, tapi karena prestasiku. Salahkah aku berkeinginan mewujudkan hal itu?
 

Tapi mengapa aku dilahirkan dengan keterbatasan? Bagaimana aku bisa mewujudkan keinginanku jika keadaanku seperti ini ya Allah?
Namaku Salsabila Adriyani Fatiha, atau yang kerap disapa Bella. Aku bukan lah anak dari seorang direktur bank ternama di kota, bukan pula seorang anak dari pengusaha garment kaya. Ayahku yang hanya seorang guru bantu di salah satu sekolah dasar dekat rumah, bukanlah suatu pekerjaan yang bisa membantu ekonomi keluarga. Sedangkan ibuku hanya seorang buruh cuci. 

Usiaku genap 14 tahun saat 2 bulan yang lalu. Kehidupanku sehari hari hanyalah membantu ibu menyelesaikan pekerjaan di rumah, juga menempuh pendidikan di salah satu sekolah menengah pertama luar biasa di kotaku.
SMPLB? Ayah menyekolahkanku di sana karena aku mempunyai keterbatasan, tahukah kamu apa keterbatasanku? Aku salah satu anak indonesia penderita disleksia, jarang memang di Indonesia ada anak yang menderita disleksia. Disleksia adalah kurangnya kemampuan dalam menyerap kalimat, berhitung dan menulis. Sampai saat ini, aku belum juga tau apa gerangan yang menyebabkanku menderita penyakit itu. Tetapi aku pernah mendengar, saat dokter berbincang dengan ayahku, disleksia yang kuderita bukan karena ayah yang terlambat menyekolahkanku, bukan pula karena kemalasanku belajar, tetapi memang karena otakku tak mampu berfikir berat secara cepat.

Di sekolah, aku tak mempunyai banyak teman. Mereka semua kukenali, tetapi tak ada yang mau mendekat kepadaku. Hanya Cessa yang setiap hari bersamaku di sekolah. Ia juga mengidap disleksia sama sepertiku, tetapi ia juga mengidap tumor di lehernya. Mungkin tak banyak anak yang mau berteman bahkan hanya berbicara sepatah dua patah kata denganku, karena hanya menghabiskan waktu, butuh lebih dari satu menit untukku menjawab pertanyaan dari mereka. Dan itu sudah pasti tak menyenangkan.

Pernah saat itu, tetangga sebayaku, Raissa, bertanya kepadaku, “Daritadi Aku mencari ibuku kemana mana tidak ada. Apakah Kau melihatnya?” Raissa menggerutu tak jelas, mukanya kelihatan sangat sebal.
Aku hanya memandang wajahnya, mendengarkan ucapannya dan mencoba mencerna apa yang ia katakan. Tetapi aku bingung dengan apa yang ia katakan. Aku memilih terdiam dan masih mencoba mencerna kalimat yang ia ucapkan.
“Hey Bella, apa Kamu tidak tahu kalau aku lagi kesal? Aku tuh nanya ke Kamu. Kalau nggak tau ya bilang aja! Nggak punya mulut apa gimana sih? Nggak tau apa orang lagi kesal?”
Nampaknya Raissa seperti orang yang sedang marah. Aku jadi semakin bingung. Deretan kata yang ia ucapkan membuat hatiku sakit, walaupun aku tak sepenuhnya faham akan ucapannya.
Kebingunganku akan ucapan Raissa semakin membuat kepalaku pening, otakku rasanya sakit.


Aku segera memutuskan untuk berlari masuk ke dalam rumah. Terdengar, di luar Raissa berteriak teriak. Hal itu juga berlaku saat aku di sekolah. Saat aku sedang menulis, saat aku sedang berhitung, selalu saja aku merasa kepalaku pening dan otakku memanas.
Di balik itu semua, dibalik semua keterbatasanku, aku masih punya mimpi. Secuil kecil mimpi anak Indonesia penderita disleksia. Yang ingin membanggakan kedua orangtua, membanggakan tanah airnya. Dan, apakah hal itu salah?
Walaupun aku berkebutuhan, apakah menurutmu aku tak bisa seperti yang lain? Bukannya aku menyombongkan diri, tetapi Kita kan sama-sama ciptaanNya, kita ada di satu bangsa, satu tanah air, dan memiliki bahasa kesatuan yang sama. Indonesia. Dan, salahkah anak Indonesia sepertiku bermimpi?


Pernah suatu ketika, aku mencoba membuat sebuah artikel tentang diriku di buku kecilku, tanpa sepengetahuan ayah dan ibu pastinya. Dengan sekuat tenaga aku berfikir setiap malam. Merasakan sakit kepala yang berkepanjangan. 6 hari begitu berturut turut. Entah bagaimana, 10 hari setelah selesai, naskahku dimuat di salah satu redaksi ternama daerah. Ternyata ayahlah yang mengirimkan naskahku tersebut. Aku berterima kasih pada ayah, juga pada ibu. Syukur selalu kupanjatkan padaNya. Aku masih tak percaya. Dan aku berjanji akan terus berusaha mencoba dan belajar menulis di tengah keterbatasanku.

Hingga pada suatu hari, sebuah redaksi nasional memintaku menjadi salah satu jurnalisnya dalam sebuah event. Tahukah Kamu event apakah itu? Ternyata adalah konferensi pers Asian Games 2010 di Myanmar. Aku akan berangkat ke Myanmar? Ya Allah, benarkah ini semua? Apa yang aku impikan akan terwujud, menjadi jurnalis cilik pertama di ajang bergengsi tingkat Asia tersebut. Aku akan disejajarkan dengan para jurnalis asal negara-negara di Asia? Tentunya mereka lebih dewasa dan lebih paham akan dunia jurnalistik. Dan itu berarti aku akan bisa banggakan orangtua, juga tanah airku. Terima kasih Allah.

Tetapi sayang, 3 hari sebelum keberangkatanku ke Myanmar, suatu hal buruk menimpaku. Dokter memvonisku menderita kanker otak, itulah menyebabkan mengapa aku menderita disleksia akut serta merasakan sakit yang luar biasa setiap saat. Ya Allah, cobaan apalagi yang engkau berikan ini? Aku masih ingin membanggakan orangtuaku, juga bangsaku. Aku mohon padamu ya Allah.
Hari ini adalah hari keberangkatanku ke Myanmar. Aku tak sendirian. Bersama ayah dan juga ibu serta para karyawan dari redaksi lain. Pukul 18.30 sesuai dengan jam indonesia yang melingkar di pergelangan tanganku, pesawat landing di bandara Internasional Myanmar. Tak lupa aku selalu memanjatkan puji syukur kepada Allah, agar apapun yang akan aku jalani membawa berkah dan membanggakan.
Satu hari setelah aku sampai di Myanmar, adalah hari dimana konferensi pers Asian Games dilaksanakan. Tepat di hari Jum’at, tanggal 28 Oktober 2010. Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda di Indonesia. Dan aku berharap, di tanggal baik ini aku bisa menjadi pemudi Indonesia yang membanggakan.

Perhelatan akbar telah selesai dilaksanakan. Aku tahu, semua masyarakat Indonesia menantiku. Menanti kabar apa saja yang akan aku ceritakan. Ayah juga bilang, sesampainya aku di Jakarta nanti, aku harus segera bertolak ke Istana Negara, untuk bertemu bapak Presiden Indonesia.
Pukul 08.00 pagi aku dan rombongan sampai di Jakarta. Aku dan juga ayah serta ibu segera mencari taksi untuk kutumpangi menuju istana negara. Namun, Allah berkehendak lain, saat di perjalanan tiba tiba kepalaku merasa sakit yang tidak seperti biasanya. Aku menjerit kesakitan. Ayah dan ibu panik, segera aku dilarikan ke rumah sakit.
2 jam di rumah saat tak membuatku sadar. Aku tahu, ayah dan ibu merasakan kecemasan. Ya Allah, jika memang ini saatnya aku untuk pergi dari dunia ini aku ikhlas ya Allah. Aku sudah tidak kuat merasakan sakit dalam hidupku ya Allah.


Allah mengabulkan permintaanku. Kini malaikat maut telah mencabut nyawaku. Terdengar isak tangis yang begitu mendalam dari sanak saudaraku. Dan, aku meninggal dengan senyuman manis menempel di bibirku.
Terima kasih ya Allah. Engkau telah mengabulkan semua doaku. Engkau telah membuatku bisa membanggakan orangtuaku, juga tanah airku, di tengah keterbatasan yang Engkau berikan.
Semoga aku bisa menjadi contoh baik bagi semua pemuda dan pemudi Indonesia. Yang selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan. Tak pernah putus asa dalam setiap cobaan. Dan bisa membanggakan tanah air Indonesia tercinta ini.
 

Bangun pemuda-pemudi Indonesia…
Lengan bajumu singsingkan, untuk negara…
Masa yang akan datang, kewajibanmulah…
Menjadi tanggunganmu terhadap nusaaaa…

















sumber: cerpenmu.com

Tokoh Inspiratif: Ahmad Heryawan

Nama Lengkap : Ahmad Heryawan
Alias : Heryawan | Aher
Tempat Lahir : Sukabumi, Jawa Barat
Tanggal Lahir : Minggu, 19 Juni 1966

H. Ahmad Heryawan merupakan Gubernur Jawa Barat yang saat ini masih menjabat untuk periode 2008-2013 dan merupakan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera. Dalam menjalankan tugasnya, ia ditemani oleh Dede Yusuf sebagai wakilnya. 

Sebelum menjabat sebagai gubernur Jawa Barat, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009. Sebagai seorang pemimpin daerah, misi yang ia bawa adalah menciptakan masyarakat yang memiliki dasar pengetahuan (knowledge) untuk melahirkan dunia dengan wajah baru. Selain itu, Ahmad Heryawan juga memberikan prioritas pada pendidikan murah, sejuta lapangan kerja, kesehatan masyarakat, perbaikan ekonomi masyarakat, dan pembenahan infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat. 

Selain menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Umat Islam (PUI) sejak tahun 2004 hingga sekarang. Ahmad Heryawan adalah politikus yang juga aktif sebagai pendakwah atau mubaligh. Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, antara lain Ma'had Al Hikmah, Dirosah Isla miyyah Al Hikmah, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta, dan Pusat Studi Islam Al Manar. Hal unik yang dikenal masyarakat luas dari sosok gubernur ini adalah ia sempat mendapat predikat sebagai Gubernur yang paling banyak memasang spanduk, baliho, atau banner dan sejenisnya di sepanjang jalanan Kota Bandung dan Jawa Barat. 

Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan 2011 oleh sebuah media cetak nasional. Pada tahun 2012, ketokohan Ahmad Heryawan disosialisasikan sendiri olehnya melalui SBB yang tersebar di beberapa sudut jalan di Kota Bandung. Ia menilai bahwa tindakannya yang terkesan “show-off” dan ingin memanfaatkan kedudukannya sebagai seorang pejabat daerah adalah wajar untuk tetap mengikat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sementara itu dia akan maju lagi dalam pemilihan Gubernur periode 2013-2018. Kali ini dia menggaet Deddy Mizwar sebagai wakilnya.

Berikut beberapa penghargaan Kang Aher:
  • Enterpreneurship Development (2011)
  • Anu Bhawa Sasana Desa (2011)
  • Penghargaan Pendidikan Inklusif (2011)
  • Adiupaya Puritama bidang Penyelenggara Perumahan dan Kawasan Permukiman (2011)
  • Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama (2011)
  • Satya Lencana Kebaktian Sosial (2011)
  • Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Pratama (2011)
  • Transmigrasi Award (2011)














sumber: merdeka.com

Syair: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

oleh: Taufik Ismail
 

Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
"Duli Tuanku ?"


Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.

1966

Taufik Ismail

Jam Karet, Budaya Buruk Indonesia







Tahukah anda, sudah berapa jauh bangsa ini terkenal?. Apakah anda mengetahui bahwa, bukan hanya citra baik bangsa ini saja yang terkenal, namun begitu pula citra buruk negeri ini. Dan yang paling terkenal adalah jam karet. Jam karet adalah sebuah ungkapan dimana waktu yang telah kita tentukan atau kita wajibkan dijadikan sebuah hal yang dapat dilakukan di lain waktu atau menjadi suatu waktu yang tidak pasti.

Secara sederhana dapat dianalogikan bagai karet yang ditarik, yaitu memanjang-manjangkan/menunda-nunda waktu. Usut punya usut, Indonesia dicap sebagai negara jam karet, dan lebih parahnya orang luar negeri mengatakan bahwa jam karet adalah budaya Indonesia. Seperti di lampir dalam situs wikipedia.org secara tak langsung mengatakan bahwa budaya Indonesia salah satunya adalah jam karet.

Puisi: Kerendahan Hati

 Kerendahan Hati

oleh:Taufiq Ismail
 

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
jadilah saja belukar
tetapi belukar yang tumbuh di tepi danau


Kalau engkau tak sanggup jadi belukar
jadilah saja rumput
tetapi rumput yang memperkuat jalan


Kalau engkau tak jadi jalan raya
jadilah saja jalan kecil
tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air


Tidak semua orang menjadi kapten
tentu ada awak kapalnya


Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu
tetapi amalan dan perbuatanmu
oleh karena itu
 

Jadilah saja dirimu
Sebaik-baik dari dirimu sendiri






pesan: Tak perlu menjadi seseorang yang besar ketika kita yang kecil dapat lebih bermanfaat, tak perlu menjadi orang lain untuk menjadi berguna ketika menjadi sendiri lebih berguna













sumber: adefisika.wordpress.com 

Minggu, 13 April 2014

Tokoh Inspiratif: Ahok







Nama : Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM
Tempat lahir : Manggar, Belitung Timur
Tanggal lahir : 29 Juni 1966
Agama : Kristen Protestan


Siapa yang tak kenal dengan wajah ini? ya beliau adalah Wagub DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab dipanggil Ahok. Siapa sangka dibalik kegalakannya yang terkenal itu, terdapat kisah inspiratif tentang sosok Ahok ini.

Ahok lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur.

Ia melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMU) dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti.
Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada tahun 1989, Basuki pulang kampung–menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.
Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, Basuki menyadari betul hal ini tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki, karena untuk menjadi pengelolah mineral selain diperlukan modal (investor) juga dibutuhkan manajemen yang profesional.

Puisi: Hasrat Kecil


Hasrat Kecil
Oleh: Bagus Akhlaq  


Ketika hati gundah gulana
Melihat diri tak berdaya
Bagai diri menggapai langit
Namun tak sampai jua

Ingin hati merubah semua
Wajah buruk negeri ini
Namun apalah dayaku
Seorang yang kecil ini

Apa Kabar Indonesia?

"Bagaimana Indonesia dewasa ini?" mungkin adalah pertanyaan yang mungkin agak sulit untuk dijawab. Karena, untuk membicarakannya, Indonesia memiliki hal yang amat sangat luas. Indonesia baru-baru ini sudah ditimpa banyak masalah, dan terjadi sebuah perubahan besar, dari segi kemasyarakatan hingga keadaan fisik. Identitas Indonesia pun lambat laun mulai menunjukkan wajah yang berbeda. 
Indonesia sering kali menunjukan wajah buruknya ketimbang baiknya. Seperti yang dilampir oleh media online kompas.com pada tahun 2013 saja sudah terjadi 1.343 kasus Tindak pidana korupsi (tipikor), sehingga Indonesia dimasukan kedalam daftar negara dengan tipikor yang tinggi. Ada apa dengan Indonesia saat ini? mengapa hal ini bisa terus terjadi?.
Lalu mari kita lihat dari sisi lain lagi, kali ini adalah kebudayaan. Belakangan ini, Indonesia digegerkan dengan diklaimnya kebudayaan Indonesia oleh negara lain. Mari kita renungkan, di satu sisi Indonesia mulai menunjukan kejenuhannya pada budaya sendiri, dan budaya luar berkembang pesat di bumi pertiwi ini. Lalu, di satu sisi lain orang lain mengambil apa yang sebenarnya bukan miliknya dan mengklaim dengan keras bahwa itu adalah miliknya. Lalu pertanyaannya adalah, siapa yang harus disalahkan?.
Mari kita pindah ke sisi lain lagi, yaitu masalah identitas. Indonesia terkenal dan termasuk kedalam daftar negara dengan penduduk yang ramah dan murah senyum, tapi belakangan ini, wajah Indonesia kembali dirusak dengan aksi penipuan kepada seorang wna.
Dengan melihat sifat warga Indonesia saat ini, orang Indonesia lebih suka menuntut sesuatu, namun tidak mau berusaha keras.
Lalu, saat ini yang baru saja usai terjadi adalah tentang kondisi fisik Indonesia, yaitu kebakaran hutan Riau. Sangat tragis mengenai hal ini, diduga hal ini dilakukan oleh oknum yang dimana pelakunya adalah orang Indonesia sendiri, akibatnya 10 ribu hektar lebih hutan Riau hangus terbakar, dan menyebabkan kerusakan yang besar pada bidang Ekologi maupun Ekonomi.

Menyingkirkan hal itu semua, Indonesia sebenarnya memiliki prestasi yang amat sangat banyak dibelakang itu semua. Dan Indonesia sebenarnya tidak seburuk apa yang anda kira.




sumber: kompas.com, republika.co.id

Profil Indonesia




Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau, nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi sekitar sebesar 260 juta jiwa pada tahun 2013, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia,
Indonesia merupakan salah satu negara terluas didunia dengan total luas negara 5.193.250 km² (mencakup daratan dan lautan). Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara terluas ke-7 didunia setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, China, Brasil dan Australia. Jika dibandingkan dengan luas negara-negara di Asia, Indonesia berada diperingkat ke-2.
sekitar 230 juta meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.